Tidak ada entri.
Tidak ada entri.

Mas-Tanto82, 30 April 2010

Prestasi “ Muray Batu – saya “ semakin menurun

Setelah memperoleh kejuaraan lomba burung “ TOPSONG Pekalongan Fiesta 2004 “. oleh Pelestarian Burung Indonesia ( PBI ) Cabang Pekalongan di Pekalongan, sebagai juara II, dua bulan setelah lomba tersebut, tepatnya tanggal 25 Juli 2004 dalam rangka “ koalisi Pantura “ yang diselenggarakan oleh Pelestarian Burung Indonesia ( PBI ) Cabang Tegal, di tempat Obyek Wisata Purwahamba Indah Tegal, Murai saya mendapatkan ....... juara X.


Sertipikat kejuaraan lomba Murai Batu...juara X

Selanjutnya, belum ada satu bulan Burung Murai Batu istirahat untuk memulihkan staminnya, saya ikutkan lagi lomba dalam rangka “ HUT KEMERDEKAAN RI KE – 59 “ pada tanggal 15 Agustus 2004 di Taman Pesiar Pantai Widuri Indah Pemalang, di even ini Murai saya ikutkan 2 kali yaitu kelas mega bintang dan kelas bintang dengan meraih kejuaraan antara lain dalam kelas Murai Batu Bintang mendapatkan...... juara V ( Lima ), dan pada kelas Murai Batu Mega Bintang mendapatkan kejuaraan ...... .Juara VIII ( Delapan ).


sertipikat kejuaraan Murai Batu kelas Bintang.....juara V

dan pada kelas Murai Batu Mega Bintang mendapatkan kejuaraan ...... .Juara VIII ( Delapan ).


Sertipikat kejuaraan Murai Batu kelas Mega Bintang.....juara VIII

Setelah lomba terus menerus, yang seharusnya diperlukan untuk refres bagi murai, akhirnya prestasinya menurun. ( Catatan : sebaiknya burung diperlukan istirahat yang cukup agar kondisinya stabil. Jangan diikutkan lomba dalam jangka waktu relatif pendek bila staminanya turun). Kemudian setelah mengikuti lomba-lomba secara maraton , burung murai saya mulai melepaskan bulunya satu di bagian ekor. Lepasnya bulu merupakan suatu pertanda bahwa burung tersebut saatnya “ Mabung “.

Mabung adalah proses pergantian bulu-bulu burung. Bulu yang sudah tua secara otomatis diremajakan secara alami. Peristiwa alami tersebut biasanya memerlukan waktu kurang lebih 4 sampai 5 bulan. Burung yang sedang mabung sebaiknya sangkarnya selalu dikerudung agar burung tersebut bisa istirahat total dan sesekali dibuka kerudungnya untuk jemur atau diangin-anginkan sebentar serta selalu dijaga kebersihan kandangnya. Pada saat burung mabung , pengisian suara dari burung master atau suara belalang dan ngeriknya jangkrik mudah di serap oleh burung tersebut dengan catatan volume suara master yang didekatkan jangan kencang2 / pelan2 saja. Suara yang terlalu keras bisa menggangu kondisi burung yang sedang mabung dan berakibat fatal burung jadi stres.


Murai lagi mabung

Pada saat murai mabung, kegiatan lomba untuk Murai Batu otomatis berhenti total kurang lebih 5 bulan itupun bulu yang tumbuh kembali masih muda. Meskipun setelah kurang lebih 4 atau 5 bulan burung tersebut sudah penuh tumbuh kembali, bagi penggemar burung atau pakar tentang burung ocehan menurutnya belum bisa di bawa untuk kontes. Burung yang habis menjalani mabung harus dipulihkan kembali staminanya (ya seperti manusia, habis sakit perlu memulihkan kondisinya seperti saat sebelum sakit dengan gerak badan atau senam yang berfungsi melatih otot atau urat-uratnya), Seperti itulah burung diperlakukan.

Setelah Murai batu saya selesai mabung, mulailah saya berusaha untuk memulihkan kondisinya dengan cara dijemur secara bertahap agar si Murai tidak kaget dengan suhu panasnya matahari. Mengapa bertahap....? karena saat dia mabung kondisi badannya lemah dan selalu dalam sangkar yang dikrudung. sehingga kurang mendapatkan sinar matahari. Untuk memulihkan kondisi murai agar staminanya bagus sebaiknya dibuatkan kandang umbaran yang berukuran kurang lebih 200 cm x 75 cm x 90 cm. Karena saya tidak mempunyai tepat untuk kandang umbaran, pemulihan stamina murai tetap disangkar yang selalu digunakan sehariannya. Contoh kandang untuk umbaran burung :


Kandang umbaran

Hari demi hari , minggu demi minggu, dan bulan telah lewat ..... saatnya saya melatih burung murai tersebut dengan rekan-rekan yang mempunyai murai. Pada saat latihan tersebut kita bisa mengetahui dan melihat performen si murai sudah pulih atau belum. Latihan pertama Murai saya terlihat masih loyo meskipun sekali-kali mengeluarkan tembakannya namun power tidak kuat. Memang rasanya sulit mengembalikan kondisinya maklum saya masih pemula tentang burung ocehan. Rutinitas saya lakukan seperti sebelumnya dengan buat stelan lagi tentang pola makannya, mandinya, jemurnya, karena bisa kemungkinan berbeda dengan pola-pola sebelum mabung. Dua minggu lewat diadakan latihan lagi ya sedikit ada peningkatan tetap aja power belum kuat/pulih.

Setelah berbulan-bulan agak pulih dari mabungnya dan lama tidak pernah dilombakan serta rasa kangen saya dengan suasana lomba, rekan-rekan penggemar burung, Ortega Bird Club mendapat undangan dari PBI Purbalingga bahwa tanggal 27 Maret 2005 akan mengadakan lomba burung “ Braling Fiesta “ di lokasi Dolog Karangsentul, Purbalingga. ....disini rasa saya hendak megikuti lomba sangat besar. Disamping sebagai rekreasi karena lama tidak mengikuti lomba dan rasa berpartisipasi dengan harapan bahwa Murai akan jadi Juara.

Setelah tiba saatnya rekan-rekan Ortega berangkat bersama. Saya membawa murai jagoan saya aja karena burung lainnya tidak siap untuk dilombakan. Saat itu Mas Bejo berkata : “Pak Pri, Murai Batunya jangan diikutkan lomba, burung itu masih baru bulunya....belum kuat.. nanti bisa mbrodol lagi dan bisa-bisa rusak selamanya / stres berkepanjangan”. Jawab saya : “mudah-mudahan tidak rusak mas”. Lagi-lagi saya sebagai pemula tetap aja nekat melombakan Murai Batu tersebut. Akhirnya apa yang dikatakan Mas Bejo benar-benar terbukti : “ Murai saya kecapaian / mulutnya menganga atau ngos-ngosan saat dilombakan. Hasil dari kejuaraan di Purbalingga hanya mendapatkan juara IX ( Sembilan ).


Seripikat kejuaraan Murai Batu kelas Bintang.......Juara IX

Akhirnya “ Burung Murai Batu ” drop dan prestasinya menurun. Dari pengalaman tersebut,

Bisa disimpulkan mengapa burung yang tadinya bisa memperoleh kejuaraan dalam lomba kok menjadi semakin turun prestasinya...????

1. Karena perawatan kurang baik.

2. Kurang jelinya perawat dalam karakter burung.

3. Burung jangan sering dilombakan dalam waktu pendek.

4. Pada saat mabung usahakan burung jangan sampai stres

5. Burung kurang diberi vitamin-vitamin.

6. Sebaiknya setelah burung mabung dimasukkan ke kandang umbaran.

7. Bulu masih muda setelah mabung, jangan dipaksakan untuk lomba.

Itulah sedikit cerita pengalaman saya dalam merawat dan dunia lomba burung “ Murai Batu”

Maaf sebelumnya bagi para penggemar burung atau pakar burung ocehan, bila ada kekeliruan pada artikel saya , mohon untuk dikoreksi. Terimakasih......

Maz-Tanto82 ........... tunggu, diepisode selanjutnya dalam Burung “ Cocak Rowo – ku”